Lompat ke konten utama
Tukang Keramik Rian

Perawatan

Enam Tanda Keramik Rumah Anda Perlu Diganti

Dari nat yang mulai berlubang sampai keramik yang mengembung, tanda-tanda yang sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama.

Rian6 menit baca

Ruang tamu bergaya lama dengan sofa krem dan lantai keramik lawas yang mulai kusam

Banyak pemilik rumah membiarkan keramik yang bermasalah karena mengira itu cuma soal tampilan, padahal beberapa tanda sebenarnya sudah jadi peringatan sebelum masalahnya lebih besar. Berikut enam tanda yang menurut pengalaman saya di lapangan sebaiknya tidak ditunda terlalu lama.

1. Keramik retak yang jumlahnya terus bertambah

Satu dua keramik retak karena benturan itu wajar. Tapi kalau retaknya muncul di beberapa titik berbeda tanpa sebab yang jelas, biasanya ada masalah di lapisan bawahnya, misalnya adukan semen yang kurang rekat atau ada rongga di bawah keramik yang membuatnya tidak menopang beban dengan rata.

2. Keramik mengembung atau terangkat (popping)

Ini termasuk tanda yang perlu segera ditangani. Keramik yang mengembung biasanya disebabkan pemuaian akibat suhu atau kelembapan yang membuat keramik kehilangan daya rekat dari lantai kerja di bawahnya. Kalau dibiarkan, area yang mengembung bisa pecah tiba tiba saat diinjak dan berisiko melukai penghuni rumah.

3. Nat berlubang atau mulai rontok

Nat yang mulai berlubang bukan cuma soal estetika, celah ini jadi jalan masuk air ke bawah keramik yang lama kelamaan bisa merusak daya rekat dan memicu keramik terangkat. Nat yang rontok di kamar mandi atau dapur, area yang sering terkena air, sebaiknya segera diisi ulang sebelum masalahnya menjalar ke keramik sekitarnya.

4. Permukaan keramik jadi licin dan membahayakan

Keramik yang permukaannya sudah aus, terutama di kamar mandi atau teras yang sering basah, bisa jadi jauh lebih licin dari kondisi barunya. Ini tanda yang menurut saya paling penting diperhatikan kalau di rumah ada anak kecil atau orang tua, risiko terpeleset naik cukup signifikan dibanding keramik yang masih bertekstur baik.

5. Warna keramik kusam dan sulit dibersihkan meski sudah disikat

Keramik lama yang porinya sudah terbuka karena usia pemakaian cenderung menyerap kotoran lebih dalam sehingga terlihat kusam meski sudah rajin dipel. Kalau pembersihan rutin sudah tidak lagi mengembalikan tampilannya, biasanya itu tanda keramiknya memang sudah waktunya diganti, bukan soal cara membersihkan yang kurang tepat.

6. Lantai terasa tidak rata saat diinjak atau ada bunyi kopong

Lantai yang terasa bergelombang, atau berbunyi kopong saat diketuk, menandakan ada rongga antara keramik dan lantai kerja di bawahnya. Ini biasanya berasal dari pemasangan awal yang kurang rapat, dan kalau dibiarkan area kopong ini akan meluas dan mempercepat keramik di sekitarnya ikut terangkat.

Kapan sebaiknya mulai konsultasi

Tidak semua tanda di atas berarti seluruh lantai harus diganti, beberapa cukup ditangani dengan perbaikan bertarget di area yang bermasalah. Tapi kalau Anda mengenali dua atau lebih tanda di atas secara bersamaan, ada baiknya mulai konsultasi dengan tukang keramik untuk mendapat gambaran area mana saja yang benar benar perlu diganti, sebelum masalah kecil berkembang jadi perbaikan yang lebih mahal.

Langkah berikutnya

Mulai dari survei gratis, bukan dari perkiraan di telepon.

Bang Rian datang langsung, ukur luas area, dan hitung kebutuhan keramik serta perkiraan biaya sebelum pekerjaan disepakati. Anda tahu persis rencana dan angkanya sebelum memutuskan.

Senin – Sabtu
08.00 – 17.00
Minggu
Tutup, WhatsApp tetap direspons

Bekasi, Jawa Barat, respons cepat via WhatsApp

Minta Penawaran Gratis