Kenapa ganti total lebih hemat waktu dibanding ganti sedikit-sedikit
Beberapa pelanggan awalnya cuma mau ganti keramik di satu dua ruangan, tapi setelah dilihat kondisinya, ternyata hampir semua ruangan punya masalah serupa, keramik retak, warna pudar, atau modelnya sudah terlalu lama. Kalau kondisinya seperti ini, mengerjakan sekaligus satu rumah biasanya lebih hemat waktu dan hasil akhirnya lebih rapi dibanding ganti sedikit demi sedikit dalam beberapa tahun terpisah, karena jenis keramik yang sama sering sudah tidak diproduksi lagi beberapa tahun kemudian.
Saya, Rian dan tim, biasa sarankan pengerjaan bertahap per ruangan meski cakupannya satu rumah penuh, supaya penghuni tidak perlu benar-benar pindah rumah sementara selama proyek berlangsung.
Menentukan anggaran realistis
Untuk rumah tipe 36 sampai 70 di Bekasi dengan total area keramik 40 sampai 70 meter persegi, kisaran Rp6 sampai 18 juta biasanya cukup untuk bongkar keramik lama dan pasang keramik baru kelas standar. Untuk rumah yang lebih luas atau pelanggan yang memilih granit dan homogeneous tile, biaya bisa naik sampai Rp30 juta lebih.
Komponen yang sering luput dari perkiraan awal pemilik rumah, biaya buang puing keramik lama dalam jumlah besar, dan biaya tambahan kalau ternyata dasar lantai di beberapa ruangan perlu diratakan ulang setelah keramik lama dibongkar.
Menjaga pola dan warna nat tetap konsisten antar ruangan
Salah satu tantangan ganti total satu rumah adalah menjaga pola pemasangan dan warna nat tetap konsisten dari ruang tamu sampai kamar tidur, supaya tidak terlihat seperti tambalan yang dikerjakan terpisah-pisah. Saya selalu catat spesifikasi keramik dan warna nat yang dipakai di ruangan pertama, supaya ruangan berikutnya yang dikerjakan menyambung rapi tanpa perbedaan yang mencolok.
Mengatur jadwal supaya rumah tetap bisa dihuni
Karena pengerjaan berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu tergantung luas rumah, saya selalu diskusikan dulu urutan ruangan mana yang dikerjakan lebih dulu bersama pemilik rumah, biasanya dimulai dari ruangan yang paling jarang dipakai sehari-hari. Dengan cara ini, penghuni tetap punya kamar tidur dan dapur yang bisa dipakai normal selama sebagian besar proses berlangsung.